Headlines News :

Das Präteritum

Written By Unknown on Kamis, 26 Desember 2013 | 09.33



Das Präteritum digunakan di waktu lampau, das präteritum memiliki pola kata kerja sendiri. das Präteritum hampir sama dengan Perfekt,
hanya saja perbedaannya terletak pada penggunaan dan strukturnya. Jika perfekt digunakan saat berbicara lain lagi ceritanya dengan Das Prätaritum  yang lebih banyak digunakan untuk hal – hal tertulis  seperti buku, koran, majalah dan lainnya. Dalam membuat kalimat präteritum tentunya memiliki kata kerja yang berbeda dari präsent dan perfekt. Untuk  membuat kalimat präteritum kita harus mengenal kata kerja yang digunakan.  Dibawah ini beberapa konjugasi yang digunakan untuk membuat kalimat prätaritum.
1.     Konjugasi I ( kata kerja lemah ) Sagen = mengatakan
No
Subjekt
Tunggal ( singular )
Jamak ( plural )
 1
pertama
ich
sag – te
wir
sag – ten
2
Kedua
du
sag – test
ihr
sag – tet 
3
Ketiga
Er
sag – te
sie
sag – ten
sie
sag – te
Sie
sag – ten
Es
sag – te
2.    Konjugsi prätaritum II haben = mempunyai
No
Subjekt
Tunggal ( singular )
Jamak ( plural )
 1
pertama
ich
hat – te
wir
hat – ten
2
Kedua
du
hat – test
ihr
hat – tet 
3
Ketiga
Er
hat – te
sie
hat – ten
sie
hat – te
Sie
hat – ten
Es
hat – te
Kita dapat mengetahui  konjugasi prätaritum dengan mudah pada kata kerja lemah. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa konjugasi prätaritum kata kerja lemah hampir sama dengan konjugasi präsent. Hanya saja konjugasi pretaritum sebelum endung ( akhiran ) e, st, en, dan t 
Ditambahkan ( t ) terlebih dahulu sebelum endung tersebut. Untuk lebih dipahami perhatikan mekanisme penyusunan kalimat.
Subjekt + kata kerja prätaritum + objekt ( akkusativ / dativ ) + keterangan   ( waktu/ tempat )
Adapun mekanisme konjugasi pada prätaritum seperti tabel dibawah ini :
Contoh : konjugasi ich = saya
sag
t
e
Penjelasan : sebagaimana kita ketahui kata kerja infinitiv terbagi atas 2 bagian. Bagian pertama stamm ( akar kata )  dan yang kedua endung ( akhiran ). Terlebih dahulu kata kerja infinitiv di pisah, selanjutnya tulis stamm-nya  ( misal sagen: kita tulis sag [ stammnya] selanjutnya kita tambahkan t  kemudian tambahkan endungnya kembali. )  
3.    Konjugasi III ( kata kerja kuat ) gehen = pergi
No
Subjekt
Tunggal ( singular )
Jamak ( plural )
 1
pertama
ich
Ging
wir
ging – en
2
kedua
du
ging – st
ihr
ging – t 
3
ketiga
Er
ging
Sie
ging – en
sie
ging
Sie
ging – en
Es
ging
 
4.    Konjugasi IV Prätaritum ( kata kerja kuat ) sein = ada
No
Subjekt
Tunggal ( singular )
Jamak ( plural )
 1
pertama
ich
war
Wir
war – en
2
Kedua
du
war  – st
Ihr
war – t 
3
Ketiga
Er
war 
Sie
war – en
sie
war
Sie
war – en
Es
war
Lain halnya dengan kata kerja lemah yang lebih simpel penyusunannya. Kata kerja kuat memiliki konjugasi yang berbeda dan sedikit sulit dari  kata kerja lemah, karena sebelum di konjugasikan kata kerja kuat tersebut sudah mengalami perubahan dari infinitivnya. ( misal : gehen berubah menjadi ging )setelah diketahui perubahan kata kerja dari bentuk infinitiv ke prätaritum, barulah kita konjugasikan sesuai subjektnya.
Sumber : Rahman Anton

Akkusativ dan Dativ

Pola kalimat bahasa Jerman agak ketat, sehingga sering menyulitkan orang asing yang belajar bahasa Jerman. Tetapi kalau anda sudah terbiasa dengan perubahan artikel akkusativ dan dativ maka akan lebih mudah memahami teks bahasa Jerman. 

Jika artikel tidak ada yang diganti, maka susunan kalimat yang baku adalah obyek dativ lalu obyek akkusativ. Yang bercetak tebal adalah artikel untuk dativ, yang dicetak miring adalah artikel untuk akkusativ.
  • Ich kaufe dem Vater den Tisch. Saya membelikan meja itu untuk ayah.
  • Sie gibt der Tochter das Geld.Dia memberikan  uang itu kepada putrinya.
  • Er schenkt dem Mädchen die Blumen. Dia menghadiahkan bunga itu kepada sang gadis.
Jika kedua artikel obyek diganti dengan personal pronomen, maka akkusativ didahulukan daripada dativ. Contoh kalimat di bawah ini ada yang bercetak tebal dan miring, keduanya untuk menjelaskan, darimana perubahan pronomen atau kata ganti. Yang bercetak tebal adalah kata benda yang terkena kasus Dativ pada kalimat ketiga. Yang dicetak miring adalah kata benda yang terkena kasus Akkusativ pada kalimat ketiga.
  • Mein Vater braucht einen Tisch. Der Tisch da ist gut. Ich kaufe ihn ihmAyah saya membutuhkan sebuah meja. Meja yang di sana bagus. Saya membelikan meja itu untuk ayah saya.
  • Das ist ihre Tochter. Sie braucht Geld. Sie gibt es ihr.Itu adalah putrinya.Putrinya membutuhkan uang. Dia memberikan uang kepada putrinya.
  •  Er liebt das Mädchen. Sie mag die Blumen. Er schenkt sie ihm.Dia mencintai gadis itu. Sang gadis menyukai bunga. Dia menghadiahkan bunga kepada gadis itu.
Jika hanya salah satu obyek saja yang diganti dengan personal pronomen, maka yang diganti harus didahulukan daripada yang tidak diganti.
  •  Mein Vater braucht einen Tisch. Ich kaufe ihm den Tisch.
  • Das Taschengeld ist auf dem Tisch. Sie gibt es der Tochter.
  •  Die Blumen sind hübsch. Er schenkt sie dem Mädchen.

Unordered List

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AGUNG RINALDY MALIK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger